Pages

Wednesday, February 25, 2009

0 Pelita Jaya vs Persibo 1 : Bungkam Pelita, Buka Peluang

Persibo Bojonegoro membuka peluang maju ke babak delapan besar Copa Dji Sam Soe Indonesia 2008 setelah membungkam tuan rumah Pelita Jaya 1-0 di Stadion si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Selasa (24/2) malam. Kejutan ini juga menguatkan julukan baru Persibo sebagai “Pembunuh Raksasa”.

Julukan ini diberikan karena Persibo yang merupakan tim kelas dua mampu menumbangkan tim-tim Liga Super Indonesia. Sebelum mengalahkan Pelita Jaya, Persibo menundukkan Arema Malang di babak 48 besar.

“Wah, julukan itu jangan dulu diberikan. Masih berlebihan,” kata arsitek Persibo Sartono Anwar. Namun, Sartono mengakui jika Iswandi Dai dan kawan-kawan tampil lebih bersemangat dibandingkan tim tuan rumah.

Didukung puluhan pendukung yang jauh-jauh datang dari Bojonegoro dan bertingkah atraktif, Persibo langsung menggebrak sejak babak pertama. Di menit kelima, striker Persibo Samsul Arif mampu membuat peluang meski dikerubut pemain bertahan Pelita Jaya. Namun, tendangan top skor (sementara) Copa ini tidak terlalu kuat dan bisa dibaca kiper I Made Kadek Wardana.
Persibo berusaha terus menggempur lini pertahanan Pelita Jaya. Keberuntungan menyapa di menit ke-29 ketika Samsul Arif lepas dari jebakan offside dan dibiarkan oleh pemain belakang Pelita Jaya. Kadek yang berjuang sendirian tidak mampu mengamankan gawangnya dari gol Persibo.

Di menit ke-33, Pelita Jaya mendapat peluang emas ketika wasit menghadiahkan tendangan pinalti akibat terlanggarnya Egi Melgiansyah. Namun, kesempatan itu terbuang percuma karena Cristian Lopes gagal menembak dengan akurat.

Sisa waktu di babak kedua, tidak bisa termanfaatkan dengan baik oleh Pelita Jaya. Tandem baru Lopes, James Koko Lomell yang dipasang sejak awal belum mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Memasuki babak kedua, Pelita Jaya menarik James dan menggantinya dengan Rudi Widodo. Sementara, di menit ke-56, Egi ditarik dan diganti dengan Khusnul Yakin.

Penampilan Pelita Jaya sedikit membaik dibandingkan babak pertama. Beberapa peluang tercipta, di antaranya ketika Supardi mengirim umpan dari kiri lapang yang disambut Rudi Widodo tepat di depan gawang. Namun, sundulan Rudi gagal menghasilkan gawang bagi Pelita Jaya.

Tiga menit sebelum pertandingan berakhir, Lopes masih sempat mencoba menembus gawang dengan tendangan dari kanan gawang Persibo. Namun, tendangan melebar masih melebar ke kiri gawang.

Pelatih Persibo Sartono Anwar mengatakan, pemainnya memang tampil dengan modal motivasi tinggi. Mereka bermain sangat ngotot karena didorong motivasi internal.

“Kalau bisa tampil bagus di Copa, mungkin musim depan akan banyak tim yang melirik. Itu keuntungan buat mereka,” kata Sartono.

Pelatih Pelita Jaya Fandi Ahmad mengaku kecewa dengan kekalahan ini.

“Persibo memang tampil lebih baik. Mereka juga memiliki motivasi yang lebih besar. Di semua lini, mereka tampil lebih cepat. Permainan kami dua langkah di belakang mereka,” ujar Fandi.

Pelatih asal Singapura ini mengatakan, keterbatasan materi pemain merupakan salah satu faktor buruknya penampilan tim. “James tampak sekali masih kelelahan sehingga tidak bisa bermain bagus. Pemain juga masih kelelahan setelah melawan Persijap,” kata Fandi.

Hasil buruk ini membuat Pelita Jaya harus bekerja keras saat bertandang ke Bojonegoro. Meski berat, Fandi masih menyimpan harapan timnya bisa tampil bagus dan membalikkan keadaan di kandang lawan. Fandi masih memelihara optimisme meski saat ini banyak masalah internal yang melanda timnya.








0 comments:

Post a Comment

Popular Posts