Oleh : Muhammad Luthfi Ghozali
Ketika do’a-do’a yang dipanjatkan semata-mata sebagai bentuk perwujudan ibadah yang ikhlas dan tidak karena dorongan hawa nafsu dan angkara murka, sehingga amal yang hadits menyatu dengan amal yang qodim dalam kesatuan kehendak yang suci, maka berarti do’a-do’a itu sejatinya hanyalah memancar dari kehendak azaliyah yang diciptakan pada dimensi hadits. Do'a tersebut hanyalah tercipta sebagai sebab, sedangkan ijabah merupakan kehendak yang qodim dan azali sebagai akibat.
Jadi, ijabah itu diturunkan bukan karena Allah memperturutkan kehendak hamba-Nya yang hadits, tetapi, oleh karena seorang hamba telah mampu membangun sebab dengan sempurna, maka ijabah itu didatangkan sebagai akibat secara sempurna pula. Oleh sebab itu, apabila engkau harus berdo’a karena itu merupakan kewajiban yang harus engkau jalankan, maka berdo’alah. Dengan do’a itu supaya engkau mendapatkan pertolongan untuk menjalankan segala kewajiban yang akan datang.
FBEEC5D0A0
ReplyDeletekiralık hacker
hacker arıyorum
kiralık hacker
hacker arıyorum
belek
2DAA6691BA
ReplyDeleteBeğeni Satın Al
Telafili Takipçi
Tiktok Takipçi Arttırma
E9E3D44A15
ReplyDeleteTakipçi Satın Al
En Çok İzlenen Filmler
Google Reklam Ajansı